PRUNING KELAPA SAWIT

Selasa, 01 Januari 2013 13.57 by septian nugroho

PRUNING KELAPA SAWIT

Pendahuluan

Berdasarkan percobaan-percobaan yang telah dilakukan di beberapa tempat, diketahui bahwa semakin banyak pelepah kelapa sawit pada tanaman maka akan semakin tinggi buah yang akan dihasilkan oleh tanaman tersebut. Hal ini disebabkan karena semakin banyak daun maka proses fotosintesis akan semakin besar terjadi.

Berdasarkan alasan diatas, akan sangat menguntungkan apabila pembuangan pelepah kelapa sawit dilakukan seminimal mungkin selama masa produksi.

Pembuangan pelepah yang berlebihan akan menyebabkan bertambahnya jumlah bunga jantan dan dengan sendirinya akan mengurangi jumlah dan berat tandan buah yang dihasilkan.

Akan tetapi jika pembuangan tidak dilakukan, maka akan timbul kesulitan pada saat memanen tandan buah. Oleh karena itu perlu diambil  langkah kebijaksanaan sebagai berikut :

  1. Pruning untuk sanitasi
Pruning pertama dilakukan bersamaan dengan waktu pelaksanaan kastrasi. Hanya pelepah kering saja yang dibuang. (umur 17 bulan atau 19 bulan).
  1. Pruning Pertama
Pruning pertama dilakukan sebelum pemanenan (harvesting) pertama. Semua pelepah yang berada di bawah tandan buah yang terendah dibuaang sehingga tandan buah yang terendah tersebut tidak perlu memiliki sangga buah.
Setelah pruning pertama, tidak dilakukan lagi pruning sampai tanaman berumur 4 tahun tau sampai tandan buah yang terendah tinggi 1m dari permukaan tanah.
  1. Pruning pada umur 4 tahun.
Ketika tanaman telah berumur 4 tahun dan tandan buah terendah berada pada ketinggian 1m dari tanah, maka pruning dapat dilakukan mengingat saat ini cukup banyak pelepah yang harus dibuang sehingga jika dilakukan pruning sejaligus akan menyebabkan beban berat (stress) pada tanaman tersebut. Oleh karena itu, pruning harus dilakukan dalam dua tahap sebagi berikut.
    1. jika terdapat 8 lingkaran pelepah (spiral),  maka pruning pertama hanya dibuang 4 lingkaran pelepah saja.
    2. 2 – 3 bulan kemudian, 4 lingkaran pelepah tersebut dibuang dengan syarat pruning hanya dilakukan sampai 2 pelepah dibawah tandan  buah yang masak ( 2 sangga buah ).
  1. Pruning pada umur 5 – 7 tahun.
Pruning dilakukan sekali dalam setahun.
Harap diperhatikan setelah pruning dan pemanenan dilakukan pelepah yang masih tertinggal harus berjumlah antara 48 – 64 pelepah pada pokok-pokok yang sedang mengalami fase bunga jantan.
Puring dilakukan hanya sampai 2 pelepah dibawah tandan buah yang masak (2 sangga buah)
Untuk pelaksanaan pruning, agar digunakan system progressive pruning.
  1. Pruning pada umur 8 – 14 tahun.
Dilakukan seperti butir 4 diatas, akan tetapi jumlah  pelepah yang tinggal setelah pruning/pemanenan adalah 40 – 48 pelepah atau 5 – 6 pelepah perspiral.
  1. Pruning umur 15 tahun.
Dilakukan seperti butir 4 diatas, akan tetapi jumlah pelepah yang tinggal setelah pruning/ pemanenan adalah 32 pelepah atau 4 pelepah perspiral

7. Sistem Progressive Pruning
Yang dimaksud dengan sistem Progressive Pruning adalah Pruning dilakukan secara bertahap dan terus-menerus sepanjang tahun, pelapah yang lebih dari jumlah yang telah ditetapkan di atas raja yang dibuang :

5 - 7 tahun 48 - 64 pelepah
8 - 14 tahun 40 - 48 pelepah
15 tahun ke atas 32 pelepah
Pelaksanaan dari Progressive Pruning ini dilakukan oleh satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang dan kelompok ini bertugas sebagai pruners terns mencrus sepanjang tahun.
Mengenai jumlah pemakaian tenaga per hektar per tahun dengan menggunakan sistem ini tidak melebihi jumlah tenaga yang dipakai pads sistem lama yaitu : maksimum 3 orang per hektar per tahun.
- Sebaiknya setiap blok dilakukan rotasi pruning sekali sebulan atau sekali dug bulan tergantung kapada kondisi setempat.
Keuntungan dari sistem ini adalah untuk mengurangi stress tanaman pruning dilakukan secara sedikit demi sedikit dan terbagi rata dalam satu tahunnya. Secara agronomi hal ini akan sangat menguntungkan.

Keterangan Umum
-        Pemanen harus diberi instruksi agar hanya memotong pelepah seminimal mungkin.
Pads waktu melakukan pusingan pruning pelepah yang dibuang hanyalah pelepah yang lebih dari jumlah yang telah ditetapkan di etas dan pelepah yang mulai keying.
-           Pruning harus diusahakan dilakukan pads musim hujan (jika menggunakan sistem biases).
Untuk melakukan pruning pads pokok-pokok yang sedang dalam mass Ease bungs jantan, perhitungan pelepahnya harus dilakukan oleh Mandor atau Asisten sebelum pruning dilakukan oleh karyawan.
- Setiap melakukan pusingan pruning pembersihan (sanitation), buah-buah yang sudah tua dan busuk harus sekahgus dibuang.

Perhatian khusus harus diberikan pads tanaman muds, jugs kemungkinan terdapatnva Marasmins dan Thirataba, cukup besar sehingga buah-buah yang terserang hama dan penyakit tersebut harus dibuang.


3.1. Keamanan

Hares diasumsikan bahwa semua herbisida adalah racun dan dapat diabsorpsi oleh kulit. Karma itu penggunaannya harus, sangat hati-hati. Racun bahan kimia ini harus diantisipasi dengan memakai sarung tangan yang kedap air. Jika terkena kulit, harus segera dibasuh dengan air sebanyak-banyaknya.
Namun harus tetap bisa dibedakan antara penggunaan praktis dan keamanan dan kenyamanan penggunaan.
Jika menggunakan penyemprot, kaki dapat hasah karma tetesan dari nozzle atau gulma yang sudah disemprot. Penggunaan sepatu boot dapat mencegah ini, dan sebaiknya sepatu dicuci setup hari di dalam dan di luarnya. Untuk menghindari penyaldt kulit di punggung karma tetesan larutan dari tangki, sebaiknya segera penyemprotan pekerja langsung mandi.
Di lain sisi, penggunaan kaca mate pelindung harus dilakukan terutama bile penyemprotan mengarah ke atas. Bila menggunakan bahan tertentu hams menggunakan sarung tangan. Juga perlu penggunaan rompi khusus agar pekerja mudah dikontrol dari jauh.
3.2. Penyemprotan
Alat ini paling mudah digunakan dan murah harganya. Alat ini bisa digunakan untuk bahan solusi atau suspensi. Aslinya, alat, ini terbuat dan bahan besi tetapi kemudian berkembang dari bahan plastik. Bagian tutup tangki memiliki saringan . Tangki digantung di punggung kemudian tekanan penyemprotan diperoleh dari pompa yang bisa dipindahkan ke kanan atau kiri. Larutan herbisida mengalir melalui pipe dan katup pengontrol melalui nozzle membentuk tetesan halus, seperti embun. Leber penyemprotan tergantung pada jenis nozzle dan tekanan yang dibuat.

- Glyphosate (Roundup, Tumbleweed)

Glyphosate adalah non reside, racunnya lebih rendah dari paraquat, namun dapat mengendalikan rumpus tahunan. Anjuran pabrik adalah penggunaan 1 hingga 5 kg bahan aktif per hektar. Efek racun tidak ada pada tanaman menghasilkan namun harus dijauhkan dari bibit. Dalam penggunaan komersil, racun ini sangat gampang larut dan bisa digunakan pada penyemprot volume sangat rendah.

Catatan : Hindart pembersiahan dengan Herbisida pada
            tanaman yang belum menghadikan, dapat
              beraldbat fatal dan mengalaint kematlan pada  tanaman jenis tertentu

Imperata Cylindrica (Cogon, Alang- Alang)
Lalang tumbuh di berbagai tempat, di daerah yang tidak ditanami, di bekas lahan pembakaran, bahkan di lahan yang tanaman lain sulit untuk hidup. Perkembangannya bisa dibantu oleh hewan ataupun angin karena bijinya sangat ringan clan dapat bertahan hidup cukup lama. Terutama karena akarnya di dalam tanah berkembang sambung menyambung sebagai stolon. Lalang kering sangat mudah terbakar, sumber api bisa berasal dari manusia ataupun petir. Tempest koloni lalang tumbuh akan dapat menyebabkan tumbuhan lain terhambat atau mati karena akar lalang mengeluarkan sejenis ratan kimia. Ribuan hektar hamparan lalang akan sulit untuk dibasmi. Karena lalang sangat kuat bersaing dalam memperoleh N dan air, make sawit muda yang disaingi dapat memucat dan pertumbuhannya terhambat.
Menggunakan garpu, lalang muda dapat dicabut hingga ke akarnya. Ini cara yang paling praktis dilakukan untuk membunuh lalang. Di perkebunan, bila lalang dijumpai di lapangan, makes orang yang bertanggung jawab akan mendapat teguran.
Sekarang, beberapa cara pemberantasan lalang tidak lagi digunakan karena banyak cara lain yang lebih mudah clan biaya murah.
Lalang butuh sinar matahaii penuh karenanya jarang dijumpai tumbuh di bawah sawit dewasa. Mesidpun begitu, bila ads lalang tumbuh bisa dijadikan indikasi bahwa sawit tersebut perlu perawatan khsusus, misalnya penambahan pupuk. Penggunaan k-imia gluphosate sangat efektif untuk memberantas lalang, namun bila daerahnya terlalu lugs, biayanya, akan mahal dan bisa mempengaruhi sawit muda. Kacangan yang terkena semprot akan ikut mati, namun segera tumbuh lagi. Kadang kale dengan cara melindas, pertumbuhan lalang dapat dihambat.
Bibit sawit tidak boleh ditanam di tempat lalang tumbuh. Lahan hares dibersihkan dahulu clan bila perlu digali dan dikeringkan, biasanya diikuti dengan pemadatan. Di daerah lain yang tanahnya subur dan kaya unsur hare, pengembangan kaeangan penutup tanah sangat berguna menghambat lalang.


0 Response to "PRUNING KELAPA SAWIT"

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Memuat...